Selasa, 28 Oktober 2008

MENGIRIM NASKAH SKENARIO KE PH

Oleh: Ari Kinoysan

Pertanyaan yang sering pula saya terima dari penulis-penulis skenario pemula adalah bagaimana cara mengirim naskah skenario ke production house atau rumah produksi. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pengiriman naskah novel, tapi lebih baik saya tuliskan uraian singkat.

Bila anda sama sekali baru dan hendak mengirimkan naskah skenario ke PH, siapkan print out SKENARIO yang disertai dengan SINOPSIS GLOBAL, DAFTAR KARAKTER, JENIS CERITA, DURASI (WAKTU), dan SEGMEN PENONTON kalau bisa dilengkapi DAFTAR KELEBIHAN CERITA SKENARIO ANDA DIBANDINGKAN TAYANGAN-TAYANGAN YANG SUDAH ADA; dan jangan lupa BIODATA singkat dilengkapi alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Bila anda sudah pernah menulis beberapa skenario di tempat lain dan sudah pernah tayang, cantumkan di biodata anda, apa judulnya, tayang kapan, di stasiun televisi mana, dan bila memungkinkan adalah data rating tulisan anda. Data ini penting, karena industri sinetron dan pertelevisian di Indonesia patokannya rating, kalau rating bagus---apapun tulisan anda, akan lebih cepat difollow up.

Bila anda mengirimkannya lewat pos atau ekspedisi pengiriman, pastikan anda mengisi semua daftar kolom isian untuk pengirim dan penerima. Hal ini untuk melacak bila terjadi sesuatu dengan naskah anda. Misalnya, naskah anda tidak sampai ke tujuan.

Bila anda menyerahkannya langsung pada PH, mintalah tanda bukti penyerahan naskah dan tanyakan kepada siapa anda mengurus follow up naskah anda tersebut dan berapa lama anda akan dapat kabar. Biasanya lebih kurang 3-6 bulan. Makin besar PH yang anda tuju, makin lama pula waktu untuk menerima kabar tentang naskah anda.

Bagi yang sudah terbiasa menulis atau bekerja sama dengan PH tentu tidak masalah untuk mengirimkan via email karena cepat dan mudah, dan lebih praktis. Kemungkinan untuk disalahgunakan juga kecil karena sudah saling kenal. Tapi bagi yang baru sama sekali, cara ini tidak saya sarankan. Selain menghindari penyalahgunaan---meskipun sulit sekali ini terjadi karena produksi satu cerita itu tidak hanya melibatkan satu dua orang, tapi banyak orang dan tidak mungkin penulis tidak terlibat---karena penulis harus menuliskan blue print skenario yang disepakati tim, sebelum produksi jalan. Print out juga membantu pihak PH untuk cepat membacanya.

Kalau anda sudah mengirimkan naskah, selama tiga bulan tidak ada kabar, tanyakan tentang naskah tersebut. Kinerja di PH jauh lebih ribet dan kompleks daripada penerbitan. Jadi, anda yang sama sekali baru harus lebih sabar kalau naskah anda belum tersentuh sama sekali dalam waktu tiga bulan. Kalau anda tidak sabar dan buru-buru ingin menawarkan ke PH lain, anda bisa menariknya kembali.

Apakah etis menyerahkan/mengirimkan satu naskah ke beberapa PH yang berbeda-beda dalam satu waktu? Jawabannya, sama seperti di pengiriman naskah novel; bisa beragam. Namun menurut saya pribadi, tidak etis. Lebih baik mengirimkan naskah ke satu PH lebih dulu baru ketika ditolak, anda bisa tawarkan ke PH lain.

Ke mana dikirimkan? Ada banyak PH di Indonesia, anda bisa browsing sendiri di internet dan berikut ini adalah alamat beberapa PH.

MULTIVISION PLUS: Jl. KH. Hasyim Ashari Kav 125 B Blok C2 No 30-34; Kompleks Perkantoran Roxy Mas; Telp 021 6335050 hunting; Jakarta 10150

MD PRODUCTION: Jl. Tanah Abang III/23A; Telp 021 3451777; Jakarta 10160
RAPI FILM: Jl. Cikini No 7; Telp 021 3857175; Jakarta Pusat

SINEMART: Jl. Raya Kebayoran Lama No. 17 D; Telp 021 5309228; Jakarta Selatan
SORAYA INTERCINE FILM: Jl. Wahid Hasyim 3 Menteng; Telp 021 39837555; Jakarta 10340

Pertanyaan lain yang sering muncul, benarkah kalau tidak punya relasi di PH, naskah kita akan ditelantarkan dan tidak diurus, bahkan disalahgunakan?

Sama sekali tidak benar. Saya adalah orang asing yang tidak tahu apa-apa dan tidak tahu siapa-siapa ketika mengirimkan contoh tulisan saya ke PH. Follow up yang cepat padahal waktu itu saya domisili di Yogyakarta, mungkin karena keberuntungan saya---tapi ke mana pun saya melangkah dan menitipkan karya saya, saya percaya kalau karya itu bagus dan layak akan cepat difollow up.

Jadi yang paling penting adalah buat tulisan yang bagus. Bukankah itu pekerjaan seorang penulis?
Dan setelah sekian waktu saya bekerja di PH, saya menjadi tahu penolakan atau tidak ada follow up dilakukan karena memang cerita dan skenario tersebut tidak layak untuk difollow up. Jadi, jangan pernah takut untuk mencoba dan terus berkarya. Kalau ditolak, ya tawarin lagi ke tempat lain atau bikin lagi yang jauh lebih bagus. Di sini anda harus lebih aktif untuk tanya kabar naskah ya, karena siapa lagi yang paling peduli dengan karya anda pertama kali kalau bukan anda sendiri?

Adalah bagus kalau anda punya relasi di PH tertentu, tapi itu tidak akan menjamin karya anda bisa lolos seleksi yang luar biasa ketat. Apalagi setiap hari naskah yang diterima cukup banyak. PH punya banyak pilihan dan kalau karya anda tidak benar-benar ’menjual’ jangan pernah berharap akan ada follow up.

Berbeda dengan penerbit, PH biasanya tidak mengembalikan naskah yang masuk, kecuali anda ambil sendiri. Kalau anda tidak tanya kabar naskah anda dan tidak ada follow up, dalam waktu setahun naskah-naskah itu akan dihancurkan. File-file yang dikirim lewat email pun akan dimusnahkan. Jadi, nggak usah terlalu khawatir akan disalahgunakan.

Nah, selamat menulis skenario dan selamat mengirimkannya. Semoga bermanfaat.
Kinoysan

Diambil dari blog Ari Kinoysan

http://kinoysan.multiply.com/journal/item/19/mengirim-naskah-skenario-ke-ph


1 komentar:

wisnugundul mengatakan...

makasih infonya gan,gedean manulis naskah buku pa sinetron royaltinya.dan gmn qt bisa tau naskah qt di terima gaknya?
tx