Rabu, 08 April 2009

SEBELUM BIKIN SKENARIO, PELAJARI DULU BUKU-BUKU INI! (2)

Nah, ini bagian kedua dari posting saya tentang buku-buku penulisan skenario mau pun yang berhubungan dengan itu. Kali ini saya akan membahas buku-buku favorit saya karena memang sangat cocok dengan keinginan saya dan sarat informasi mengenai hal-hal yang baru bagi saya.


Tentu saja, tidak semua orang setuju dengan pendapat saya mengenai setiap buku karena saya memang tidak berusaha untuk obyektif. Sebab, saya tidak sedang meresensi buku, hanya memberi tahu, “ini nih, alasan mengapa saya menyukai buku-buku ini!” dan dengan sendirinya mengambil manfaat besar dari buku-buku tersebut. Mudah-mudahan, pendapat kita sama dan tulisan saya ini bisa menjadi masukan bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis skenario profesional.


MARI MEMBUAT FILM-Panduan Menjadi Produser

Penulis : Heru Effendy

Penerbit : Panduan, Yogyakarta

Saya suka buku ini karena setelah membaca habis isinya, saya jadi paham mengapa dalam menulis skenario di Indonesia, kita tidak bisa menciptakan adegan-adegan yang ‘sulit’ seperti adegan bom meledak di sebuah mal dan membuat banyak adegan dengan lokasi yang terlalu banyak. Intinya, kita jadi mengerti susahnya membuat film, jauh lebih susah daripada sekadar berkhayal dan menulis adegan yang masih sulit diwujudkan menjadi sebuah film. Sesuai judulnya, buku ini sebenarnya ditujukan bagi mereka yang ingin menjadi produser. Namun, padatnya informasi yang disajikan di dalamnya membuat siapa saja yang ingin menjadi ‘orang film’ dapat mempelajari buku ini. Yang saya sukai dari buku ini adalah daftar istilah dar A sampai Z yang komplit. Tak hanya menjelaskan istilah-istilah yang dipakai dalam proses produksi mau pun pasca produksi film, buku ini juga memuat istilah yang dikenal dalam proses pra produksi seperti istilah-istilah teknis dalam penulisan skenario.


MENJADI PENULIS SKENARIO PROFESIONAL

Penulis : Sony Set & Sita Sidharta

Penerbit : Grasindo

Buku penulisan skenario pertama yang saya miliki. Entah sudah berapa ribu kali buku ini saya buka dan pelajari hingga sampulnya kusut dan halaman-halamannya banyak yang robek. Lebih dari itu, buku ini mungkin buku termurah di antara buku-buku lain yang sejenis. Namun, isinya tentu saja tidak murahan. Sebab, buku ini menyajikan potongan skenario kelas dunia dari beberapa serial terkenal seperti X-Files, Sex and The City dan Dharma and Greg. Penyajian materi dalam buku ini singkat dan padat, sesuai untuk saya yang masih baru dalam hal tulis-menulis skenario. Meskipun buku ini memiliki kekurangan seperti tidak secara jelas menjabarkan bagaimana cara menyalurkan skenario dan tidak menjelaskan beberapa aspek teknis yang bagi saya cukup penting, saya tetap menyukai buku ini karena semangat penulis bersangkutan untuk menciptakan skenario yang tak hanya lebih baik, namun juga berbeda dari segi tema dan penyajian cerita. Sejalan dengan cita-cita saya, mau menulis skenario film horor tapi ga ada pocong-nya, menulis skenario film drama tapi ga ada adegan orang marah-marah sampai urat lehernya nongol semua dan menulis skenario film fiksi ilmiah tapi ga ada alien dan UFO-nya….


RAHASIA MENULIS SKENARIO PROFESIONAL-Sukses Menjadi Penulis Skenario Drama dan Sitkom

Penulis : Sony Set

Penerbit : Penerbit Liliput, Yogyakarta

Saya juga merasa cocok dengan isi buku ini karena berbagai alasan. Dibanding karya sebelumnya, MENJADI PENULIS SKENARIO PROFESIONAL, isi buku dari Sony Set (serial LUV, Dewa) ini lebih komplit dan menawarkan teknik yang tergolong baru bagi saya. Teknik itu adalah The 9-Act Structure, sebuah teknik yang menjelaskan mengapa film-film semacam The Fugitive, The Net dan The Dark Knight menjadi sangat menegangkan dan menarik untuk disaksikan. Dengan pembagian cerita menjadi sembilan babak, bukan tiga babak seperti dalam kebanyakan film drama, seorang penulis cerita dapat memikat penonton untuk tetap duduk menyaksikan film hingga film usai. Selain itu, buku ini juga menyajikan tips menulis skenario sitkom yang kono merupakan produk yang efisien dank arena itu menjadi jenis film yang paling banyak diproduksi di seluruh dunia. Yah, siapa tahu, kita bisa menjadi penulis naskah serial seperti OB mau pun Abdel dan Temon-Bukan Superstar, dua sitkom favorit saya. ‘Kan asyik, tuh?


Oke, tiga buku sudah saya bahas di sini. Mudah-mudahan bisa menjadi masukan bagi yang mau belajar menulis skenario, tapi ga kuat bayar biaya kursus seperti saya. Oleh sebab itu, berusahalah! Ciaoooo!

1 komentar:

Hana Dulset mengatakan...

kalo mau beli buku2 ini dmna yya??
di gramedia adakah