Selasa, 21 Desember 2010

8 PERATURAN 'WAJIB' TOKOH JAHAT YANG KEREN


Setelah absen menengok blog ini berbulan-bulan, saya tiba-tiba teringat pada blog item yang satu ini.

Iya deh, saya akan menambahkan satu tulisan lagi. Karena sudah janji mau bicara soal karakter jahat dalam film, maka, saya akan menulis tentang 8 hal yang harus ada dalam diri tokoh jahat (antagonis) agar tampak keren di mata saya yang banyak maunya ini. Ok, inilah dia, kedelapan hal wajib itu!

DOYAN CURHAT!
Dr. Heinz Doofenshmirtz dari serial Phineas and Ferb adalah salah satu tokoh antagonis favorit saya. Sebab, ilmuwan jahat musuh bebuyutan Agent P ini punya kebiasaan yang sama dengan saya : doyan curhat! Tapi, kalau dilihat-lihat, memang kebanyakan tokoh jahat dalam film punya kebiasaan ini, termasuk yang jahatnya gak ketulungan seperti The Joker sekalipun (tahu 'kan, adegan yang mana saja?). Kebiasaan melakukan curhat colongan ini juga membantu penonton untuk mengenal karakter tokoh jahat yang bersangkutan. Makanya saya suka!

MENGALAMI PERGULATAN BATIN
Tokoh jahat harus seperti Megamind, yang bimbang apakah harus menjadi orang baik atau menjadi jahat selamanya. Jika pada akhirnya ia memilih tetap menjadi orang jahat, setidaknya kita jadi merasa cukup dekat dengan kemanusiaan si penjahat tersebut. Intinya, dalam diri seorang tokoh jahat pun, pastilah ada sedikit kebaikan yang sayangnya, pada akhirnya kalah oleh kejahatannya.

PENAMPILANNYA KEREN
Hehehe, saya lebih tertarik melihat tokoh jahat yang seksi atau penjahat macho daripada antagonis yang tampangnya lebih jelek daripada saya. Kalau bisa, para tokoh jahat dalam sebuah film harus memiliki penampilan yang lebih keren daripada jagoan. Tidak ada masalah, bukan? Bukankah kita tetap tidak akan berpihak pada tokoh jahat sekalipun tampangnya luar biasa keren?

MOTIFNYA JELAS DAN KUAT
Seseorang tidak akan terlahir jahat dengan begitu saja, kecuali jika ada sesuatu yang mengubahnya menjadi jahat. Misalnya Charles Muntz dalam Up yang jadi terobsesi pada burung misterius (Kevin) di Amerika Selatan setelah dipermalukan di depan umum. Setelah itu, dia mau berbuat apa saja, termasuk menjahati orang lain agar dapat menangkap Kevin demi mengembalikan kehormatannya. Nah, itu dia penjahat sebenarnya!

LEBIH KUAT, LEBIH BAIK
Biasanya, jagoan harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tokoh jahat yang sangat kuat. Contohnya sangat banyak. Dengan tokoh jahat yang lebih kuat, lebih pintar dan lebih hebat, kita akan semakin larut dalam film, berharap sang jagoan menemukan cara untuk mengalahkan si penjahat.

MEMILIKI SESEORANG YANG SANGAT DICINTAI
Biasanya, seorang penjahat sekalipun memiliki seseorang atau lebih untuk dicintai, termasuk cinta The Joker pada mantan istrinya. Di sinilah kemanusiaan seorang tokoh antagonis diperlihatkan. Kalau seorang penjahat membenci semua orang, tidak akan menarik lagi karena tidak manusiawi dan hampir mustahil terjadi.

MASA LALUNYA KURANG CERAH
Mirip dengan syarat seorang jagoan keren versi saya, menurut saya, seorang tokoh jahat sebaiknya juga dirancang agar memiliki masa lalu yang suram dan bisa memicunya untuk berbuat jahat. Ada juga sih, tokoh jahat yang berbuat jahat hanya karena ingin membuktikan bahwa ia bisa berbuat jahat. Tapi bagi saya agak aneh (dan gila) karena berbuat sesuatu tanpa alasan yang kuat dan tujuan yang jelas.

TUJUANNYA JELAS
Tujuan seorang tokoh jahat yang umum adalah kekuasaan, kekuatan, kekayaan, ketenaran dan cinta (hmmm). Seorang penjahat yang bermimpi menguasai dunia, bagi saya, tampak lebih keren daripada seseorang yang membantai banyak orang tanpa pilih-pilih hanya untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbuat jahat dan keji.

Eh, sudah ada 8 peraturan, ya? Kalau begitu, sudah selesai, dong. Kalau kurang setuju, silakan. Namanya juga demokrasi, terserah pada diri masing-masing dalam menjabarkan bagaimana sebaiknya karakter tokoh jahat tersebut. Kalau punya pendapat lain, kenapa gak dibagi saja?

Ok, bye!

Read More..

Senin, 09 Agustus 2010

8 PERATURAN 'WAJIB' JAGOAN YANG KEREN!

Hai!

Setelah cukup lama tak menengok blog ini gara-gara sibuk dengan kerjaan (saya berganti pekerjaan sampai tiga kali dalam enam bulan terakhir, dasar tak punya ketetapan hati!), maka saya ingin menulis lagi yang ringan-ringan saja. Misalnya, sesuatu yang berhubungan dengan kesukaan saya pada tokoh-tokoh jagoan dalam berbagai jenis film. Maksud saya, membicarakan soal karakter-karakter mereka (para jagoan tersebut) yang menurut saya harus ada dalam diri seorang jagoan yang keren. Kebanyakan di antara para jagoan tersebut adalah produk impor dari Asia dan sekitarnya, tapi bukan berarti merekalah yang terbaik....

  1. HARUS BISA DIANDALKAN! Saya sempat prihatin sekaligus sebal saat melihat Spiderman dalam Spiderman 2 menjadi 'kehilangan arah' hingga tak mau lagi menjadi pahlawan meskipun hanya sementara. Menurut saya, seorang jagoan sejati harus bisa diandalkan, selalu ada setiap kali dibutuhkan. Makanya, untuk urusan menjadi andalan, saya lebih memilih Naruto daripada Spiderman dan sejenisnya....
  2. PENAMPILANNYA KURANG KEREN. Jagoan macam Saint Seiya, Naruto dan jagoan kungfu bercodet di pipi, tidak punya tampang yang enak dipandang (tapi laku dijual), tapi justru di situlah oke-nya. Ngapain punya tampang keren tapi kurang meyakinkan seperti Clive Owen dalam King Arthur?


  3. PERCAYA DIRI. Inilah yang kurang dari produk Barat macam Harpot, Spiderman dan Aang: The Last Airbender (mengingat ini produksi Nickelodeon, maka saya menganggapnya sebagai teman Spongebob). Mereka kurang pede dengan kemampuannya sendiri sehingga pada awalnya terkesan menolak 'takdir' sebagai seorang pahlawan. Ini berbeda dengan kebanyakan jagoan produk Asia yang percaya pada dirinya sendiri dan percaya bahwa mereka memang harus menjadi seorang pembela kebenaran dan keadilan. Sehingga, sejak awal mereka sudah berusaha untuk menjadi semakin kuat. Bukannya menjadi jagoan yang 'kehilangan arah' dan harus berjuang dulu mencari jati dirinya seperti Wolverine sehingga kelihatan agak cengeng....
  4. PUNYA KEKURANGAN YANG MENONJOL. Inuyasha yang pemarah, Naruto yang banyak bicara dan agak bodoh serta L yang doyan makan yang manis-manis (tapi badannya kurus) dan tubuhnya bungkuk punya kekurangan yang kasat mata, adalah contohnya. Tapi di situlah kekuatannya. Kalau seorang jagoan terlalu sempurna, penonton yang tidak sempurna macam saya bakal merasa minder dan menutuskan untuk tak menjadikannya sebagai jagoan kesayangan!
  5. PUNYA TUJUAN YANG JELAS. Menyelamatkan dunia, menjadi nomor satu, menangkap penjahat atau apa pun itu, sebaiknya menjadi tujuan utama seorang jagoan. Sepertinya semua jagoan, tak peduli produk Barat mau pun Asia, punya ciri yang satu ini....
  6. JANGAN TERLALU KUAT! Seorang juara pun pasti pernah kalah, makanya seorang jagoan jangan menang melulu, harus kalah juga tapi jangan keseringan. Tapi, jangan lantas menjadikan 'kekalahan' itu menjadi alasan untuk melarikan diri dari 'takdir' sebagai jagoan pembela kebenaran dan keadilan....
  7. HARUS ADA YANG NAKSIR! Hehehe, dalam film-film, selalu saja ada seseorang yang cukup 'gila' untuk naksir seorang jagoan dengan kekurangan segudang. Contohnya Hinata Hyuga dalam Naruto dan Kagome dalam Inuyasha. Malah, kadang-kadang mereka juga jadi Sidekick yang tak kalah hebat dengan sang jagoan, lho.
  8. MASA LALUNYA KURANG CERAH. Masa lalu yang pahit jangan sampai membuat sang jagoan patah semangat. Justru hal ini menjadi sumber kekuatannya untuk membuktikan diri sebagai pahlawan pembela kebenaran dan keadilan.
Sudah, ah, segitu saja. Nanti, saya mau menulis soal tokoh jahat yang keren menurut versi saya, ah.... Tapi, nanti.... Trims sudah menyimak!

Read More..

Selasa, 27 April 2010

'CACAT' FILM-FILM SERU : JANJI JONI, DISTRICT 9 DAN DEATH NOTE : THE LAST NAME

Kadang, sebuah film membuat saya terpesona karena alur ceritanya yang menarik dan bikin sirik : kenapa bukan saya yang menulis skenario-nya? Tapi, sepandai-pandainya seorang (atau sebuah tim) penulis menulis skenario yang bagus (dan seru), tetap saja ada yang 'kecolongan' atau punya 'cacat' hingga cukup mengganggu logika.

Maksud saya bukan 'cacat' macam balon yang menerbangkan rumah dalam UP. Kalau yang itu sih, bukan 'cacat' namanya. Sebab, itu 'kan film fantasi, sama saja dengan penampilan alien dalam film-film fiksi ilmiah. Yang saya maksud adalah 'cacat' yang membuat penonton bertanya : kok dia begitu? Bukankah seharusnya dia berbuat begini? Itu dia....

Uhm, saya memang tak pandai menjelaskan. Kalau begitu, saya beri contohnya saja ya, dari tiga film favorit saya sepanjang 2005-2009 berikut ini.

JANJI JONI
Waduh, kalau yang ini sih, 'cacat'-nya luar biasa. Meski demikian, saya tetap cinta film ini, kok :D
Tapi tetap saja, saya terheran-heran, bagaimana mungkin Si Joni yang lugu itu bisa mengalami berbagai macam peristiwa di tempat yang berbeda-beda hanya dalam waktu satu jam?

Makanya skenario film ini tidak masuk nominasi Piala Citra 2005, karena semua orang juga tahu, petualangan si Joni hanya dalam waktu kurang dari sejam dalam menunaikan pekerjaannya ini sangat janggal dan bahkan tidak masuk akal. Apalagi adegan Joni memainkan drum tanpa tahu lagu yang akan dimainkan anak band yang baru dikenalnya. Saya rasa, hanya orang sekelas August Rush yang dapat melakukannya. Atau, Joni memang seperti itu? Kenapa tidak menjadi anak band saja, ya?



DISTRICT 9
Juri FFI 2005 kelihatan lebih jago dalam menilai sebuah skenario karena tak memasukkan skenario JANJI JONI ke dalam daftar unggulan Senario Terbaik, dibandingkan dengan Juri Academy Awards 2010 yang mengunggulkan skenario D9 sebagai Skenario Adaptasi Terbaik. Saya suka sekali film D9, tapi rasanya aneh saja melihat beberapa adegan dalam film ini. Sebab, film ini melupakan 'aturan' dalam film-film aksi yang menceritakan pengejaran buronan kelas kakap. Misalnya, seorang buronan harus dipersempit ruang geraknya dan harus dikejar sampai dapat. Maka, adegan-adegan berikut ini menjadi terasa aneh :
  1. Wikus masih bisa menarik uang di ATM setelah menjadi buronan untuk membeli makanan di sebuah rumah makan cepat saji. Kok rekeningnya tidak diblokir?
  2. Wikus dan Cristopher Johnson menyerbu kantor MNU dengan cukup mudah karena Wikus masih punya akses ke sana. Sebab, Wikus masih bisa menekan-nekan tombol, memasukkan account-nya (semoga istilah saya juga tidak 'cacat' :D) sebelum masuk ke sebuah ruangan di mana mereka akan mengambil cairan bahan bakar pesawat rancangan Cristopher Johnson! Mengapa bisa begitu?
  3. Saat pesawat rancangan bapaknya jatuh, anak Cristopher Johnson dengan mudahnya mengendalikan pesawat raksasa yang selama ini mengambang di udara agar 'menjemput' pesawat rancangan bapaknya. Kalau begitu saja, mengapa sampai repot-repot membuat pesawat mini dan mengumpulkan bahan bakar hingga puluhan tahun, kalau ternyata pesawat raksasa tersebut bisa dikendalikan dari bumi?
  4. Wikus masih bisa bertelepon-ria dengan istrinya dan HP-nya baru disadap setelah buron sekian lama. Waduh... Neil Blomkamp dan Terri Tatchell lupa ya, bahwa HP bisa disadap sekalipun tidak sedang digunakan selama baterainya masih terpasang?
Tapi, sekali lagi, saya tetap cinta film ini.... Piss!

DEATH NOTE : THE LAST NOTE
Film mengenai pertarungan KIRA versus L ini bikin geregetan. Ceritanya dibangun dengan cerdas, bikin betah menonton sampai habis. Tapi, sesempurna apapun sebuah film, pasti ada saja 'cacat'-nya. Dalam film ini, 'cacat' menjelang akhir film sangat terasa. Tapi, karena pembuat film ini menutup film dengan mengedepankan rasa 'keadilan', saya jadi berusaha memahami 'cacat' film ini. Meski demikian, inilah 'cacat' atau keanehan film ini :
  1. Adegan saat Misa Amane (Kira Kedua) mendatangi markas L sambil membawa Death Note Dewa Kematian Ryuk yang belakangan kita ketahui ternyata palsu. Namun mengapa saat Light Yagami (Kira Pertama) menyentuh Death Note palsu itu, ia bisa melihat Ryuk? Bukankah syarat untuk melihat Dewa Kematian adalah menyentuh Death Note asli? Padahal, Dewa Kematian yang 'dipelihara' oleh Light saat itu adalah Rem....
  2. Setelah Rem menulis nama Watari di Death Note-nya, ia hancur bersama buku tersebut dan Light mengetahuinya. Namun mengapa Light masih mengharapkan Death Note Rem yang dibawa oleh Soichiro ayah Light? Death Note yang ada hanya dua, tapi mengapa seolah-olah terlihat bahwa ada tiga Death Note, yakni Death Note yang (katanya) ada pada Soichiro, Death Note yang akhirnya dihancurkan oleh Rem dan Death Note (palsu) yang dipegang oleh Misa?
Meski demikian, film ini tetaplah film Jepang favorit saya, lebih saya sukai daripada Ringu dan sejenisnya karena... saya takut nonton film horor! :D

Ok, saya akan akhiri ocehan kali ini dengan ucapan semoga berkenan dan tidak ada yang tersinggung karena apa yang saya tulis di atas. Sejujurnya, saya cinta sekali film-film tersebut. Sehingga, saking cintanya, seandainya bisa, saya ingin memperbaikinya. Tapi... setelah dipikir-pikir lagi, kayaknya engga ah.... Ntar malah jadi 'ancur' kaya' muka saya. Hihihi....

Peace!

Gambar-gambar : Internet Movie Data Base

Read More..

Senin, 12 April 2010

KARAKTER YANG UNIK DAN MENCURI PERHATIAN : AKU MERINDUKANMU!

Ini pasti gara-gara mulai rajin nonton film Asia (dulunya sih jarang banget!), khususnya Jepang Ini pasti gara-gara saya mulai bosan dengan karakter-karakter ciptaan penulis Hollywood (apalagi Indonesia hehehe), sampai-sampai saya jadi rindu setengah mati pada karakter unik yang sukses membuat saya jatuh cinta. Fuh, ribet nih ngomongnya.

Ehm, sebenarnya, bagi saya, karakter yang unik dalam film itu tidak harus penjahat gila macam Norman Bates dan The Joker atau ikan jenius tapi pikun macam Dory. Karakter yang unik itu ya... karakter yang kuat dan harus bikin penonton film bersangkutan terkesan, bahkan (kadang) sampai agak lupa pada jalan cerita film itu sendiri karena terlalu terpesona pada karakter unik tersebut. Barangkali ini tidak berlaku pada semua penonton, tapi menurut saya, Hans Lauda (Inglorious Basterds) cukup unik hingga saya bahkan tidak bisa mengingat nama karakter yang dimainkan oleh Brad Pitt.

Oke, oke, bagaimana dengan karakter Keisuke Shiratori (Abe Hiroshi) dalam film Jeneraru ruju no gaisen? Dalam film berlatar dunia kedokteran ini, Shiratori adalah karakter yang (menurut saya) menyebalkan, sombong, agak aneh (terbukti dengan kebiasaannya makan mi soba dan mi ramen secara bersamaan), tidak bisa didebat, haus akan kemenangan tapi... berpegang teguh pada kebenaran. Demikian menyebalkannya karakter ini, sampai-sampai karakter dokter Kimiko Taguchi (Yuko Takeuchi) rela mengkhianati timnya sendiri agar dapat mengalahkan Shiratori dalam sebuah pertandingan baseball!

Yang saya sebut di atas itu hanya contoh. Bahkan saya sendiri tidak terlalu terkesan dengan cerita filmnya sendiri karena jalan penyelesaian konflik utama film yang ditempuh ternyata cukup mudah dan sebenarnya bisa diambil sejak awal film! Namun, saya tetap terkesan pada karakter Shiratori tersebut. Bukan hanya karena unik, melainkan juga karena karakter tersebut juga manusiawi. Dalam kehidupan nyata kita pasti pernah mengenal orang semacam Shiratori, namun anehnya, karakter seperti ini jarang diangkat ke layar film (apalagi sinetron). Kalaupun ada, biasanya karakter orang sombong tapi pintar lebih banyak dijadikan tokoh antagonis daripada protagonis. Padahal, orang-orang yang punya karakter mirip Shiratori atau Shinichi Kudo belum tentu jahat, bukan?


Bahkan, dalam film mau pun sinetron Indonesia, jangankan bicara soal karakter unik, kita bahkan acap menemukan karakter-karakter yang tidak memiliki motif yang kuat dalam segala tindakannya. Misalnya, karakter si A yang selalu membenci si B, tapi kita merasa bahwa motif si A untuk membenci dan menyerang si B tidak kuat, bahkan tidak masuk akal. Saya berani bilang begini karena pernah ikutan dalam sebuah tim penulis skenario (walaupun hanya jadi 'anak bawang') di mana penulis utamanya menciptakan karakter macam si A itu. Saya benar-benar heran dengan apa yang ditulis oleh mantan bos saya itu, hingga berimbas pada hengkangnya saya dari tim hanya dalam waktu kurang dari dua minggu....

Ups, sudahlah dengan masa lalu yang tidak mengenakkan tapi tetap berharga itu. Kesimpulannya, menciptakan karakter yang unik itu, meskipun bukan keharusan, sebaiknya dilakukan kalau mau film jadi enak ditonton. Jangan hanya fokus pada konflik cerita sampai karakter dan konflik yang dibangun agak-agak kurang singkron. Ini omongan saya sebagai penonton lho, bukan sebagai penulis cerita. Soalnya penulis cerita kadang terlalu menuruti ego sampai 'lupa' bahwa penonton juga mau film yang asyik. Jadi, menurut pengamatan saya sebagai penonton, karakter yang unik itu :
  1. Motifnya kuat dan jelas. Seperti The Joker yang motifnya ketahuan banget dalam adegan membakar segunung uang dalam The Dark Knight.
  2. Tidak sempurna! Harap diingat, Dory dalam Finding Nemo selalu dikenang bukan karena kejeniusannya dalam berbahasa, melainkan karena kepikunan-nya.
  3. Manusiawi. Bahkan L yang dingin dalam Death Note : The Last Name pun pernah sangat terkejut saat mengetahui bahwa Dewa Kematian itu ada.
  4. Tidak terpaku dalam satu aturan : hanya menjadi protagonis atau antagonis saja. Orang sombong seperti Shiratori pun bisa jadi 'jagoan' dan orang santun seperti Hans Lauda juga bisa menjadi orang yang mengerikan.
  5. Punya kebiasaan unik atau aneh. Sebenarnya, tidak selalu seperti itu. Tapi kebiasaan makan mi gaya Shiratori boleh dibilang aneh.
  6. Latar belakangnya umumnya misterius. The Joker, Dory dan L adalah contoh karakter yang latar belakangnya samar.
  7. Over pede! Makoto Shisiho dalam Rurouni Kenshin : Meiji kenkaku roman tan yakin sekali bisa menjadi penguasa Jepang sebelum tewas di tangan Himura Kenshin (Samurai X), bahkan di neraka sekalipun, Shishio masih juga merencanakan kudeta!
  8. Sangat menentukan jalannya cerita. Percuma punya karakter unik tapi tidak penting.
Hmmm, kira-kira begitulah. Hanya itu yang saya tahu, tapi saya kira bisa diterapkan. Semoga penulis cerita Indonesia peduli untuk menciptakan karakter-karakter unik yang bisa membuat penonton jatuh cinta dan tidak bosan!

Read More..

Rabu, 24 Maret 2010

KIRA (& BATMAN) VS THE JOKER (& L), SIAPA YANG AKAN MENANG?

Fiuh, akhirnya bisa posting juga setelah berbulan-bulan blog ini saya tinggalkan. Sekalinya posting, saya ingin menulis sesuatu yang membuat hati penasaran, sesuatu yang membuat saya berandai-andai : apa yang terjadi jika KIRA (LIGHT YAGAMI) dari serial DEATH NOTE terobsesi untuk menangkap THE JOKER?

Hehehe, mengapa saya jadi berandai-andai begini?

Jawabannya sederhana : saya penggemar dua karakter antagonis ini!

Jadi, apa yang akan terjadi jika KIRA mulai jenuh dengan penjahat kacangan dan terobsesi untuk mengetahui nama asli THE JOKER? Dengan demikian, pada gilirannya, KIRA dapat membunuh THE JOKER dengan bantuan DEATH NOTE-nya. Tantangannya adalah, bagaimana mendapatkan nama asli THE JOKER, padahal polisi sendiri tidak tahu sama sekali mengenai latar belakang THE JOKER?

Barangkali... sebagai sesama 'pahlawan' yang main hakim sendiri, KIRA akan bekerja sama dengan BATMAN. Meskipun saya meragukan kerja sama ini akan berlangsung mulus mengingat BATMAN 'hanya' mengandalkan kemampuan akrobatik, peralatan canggih dan uang Bruce Wayne, tetapi bukan kecerdasan tingkat tinggi. Barangkali mereka akan sering bersitegang, tapi persamaan kepentingan akan membuat mereka bertahan.


Lalu, melihat KIRA memburu THE JOKER, L memutuskan untuk memanfaatkan THE JOKER agar dapat menangkap KIRA. L yang seperti THE JOKER, jago menyamarkan nama aslinya ini, dengan analisanya yang tajam ditambah jaringan yang cukup luas, akan membantu THE JOKER mengimbangi KIRA & BATMAN. Kerja sama yang meragukan, tapi saya kira THE JOKER akan menghargainya karena pembunuhan hanya dengan notes dan pena adalah salah satu hal paling mengerikan yang pernah ada dalam imajinasi manusia.

Jadi, bagaimana menurut kamu? Akankah semuanya berlangsung seperti yang saya khayalkan? Memang, nyaris mustahil akan terjadi seperti itu, tapi.... namanya juga khayalan!

Read More..

Sabtu, 26 Desember 2009

FILM=FILM BIOSKOP YANG SAYA TONTON TAHUN INI ANTARA LAIN ADALAH.... (2)

Hai! Setelah puas mengungkapkan kekesalan atas sebagian film yang menurut saya mengecewakan, saya jadi ingin memuji sebagian film lain yang saya sukai. Seperti...

PINTU TERLARANG
Kalau m
au jujur, ini film Indonesia yang paling saya sukai sepanjang 2009. Jangan-jangan pemilik film ini tidak mendaftarkan filmnya mengikuti FFI 2009, sehingga film ini tidak masuk nominasi. Tapi, sudahlah. Tidak dapat award juga tidak apa-apa. Toh menjadi film pemenang festival tidak menjadi pertimbangan saya dalam menonton sebuah film. Buktinya, sampai sekarang saya masih bingung (dasar otak udang nih saya), kok bisa-bisanya Crouching Tiger Hidden Dragon bikin kepincut para juri Oscar? Hmmm...


GARUD
A DI DADAKU
Sebagai e
ks pencinta Liverpool, saya lumayan suka film ini. Setidaknya, jadi sirik dengan rambut lebat Bayu (Emir Mahira) dalam film ini....






UP

Saya
bisa bilang apa lagi? Film ini seru, menegangkan, kocak dan tentu saja menghibur!




DISTRICT 9
Satu-satun
ya film action yang bisa bikin saya menangis karena ikut terhanyut dalam cerita, bukan hanya karena satu adegan sedih seperti dalam Transformers : Revenge of The Fallen. Fiuh, tidak sabar menunggu sekuelnya. Apa yng akan terjadi tiga tahun mendatang?





GET MARRIED 2
Kocak dan menghibur. Nirina lucu, deh!








SURR
OGATES
Sebenarnya, skenarionya tidak begitu bagus. Tapi, sukses membuat saya berpikir, bagaimana rasanya hidup dalam rumah saja dan membiarkan benda mati mengerjakan hal-hal yang menakjubkan yang bisa kita lakukan sendiri.






CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS
Size
does matter!








Ng... Sudah dulu, ya.... Mau kerja dulu. Ihiks, sedihnya, liburan masih harus kerja juga....

Read More..

Selasa, 08 Desember 2009

FILM-FILM BIOSKOP YANG SAYA TONTON TAHUN INI ANTARA LAIN ADALAH.... (1)

Hai!


Hehehe, sudah sebulan lebih saya tidak mengisi blog ini. Sebenarnya, saya malas saj mengisinya. Saya bosan dengan blog, tapi tak berarti saya jadi menggilai FB, twitter, plurk dan lain-lain hanya untuk microblogging. Sebab, pada dasarnya, saya orang yang cukup bawel dalam menulis. Menulis yang singkat-singkat, heh, di mana letak kesenangannya?!

Tapi, menjelang akhir tahun ini, seperti tahun lalu, saya ingin mengingat-ngingat lagi film-film bioskop yang pernah saya tonton. Sebagian dari film itu membuat saya menyesal berat, seperti film-film di bawah ini :

THE RAMEN GIRL
Sebenarnya, saya menyesal menonton film ini di bioskop karena.... ternyata, film ini sudah sangat sering ditayangkan di Star Movies dan saya tidak mengetahuinya! Maksud saya, saya merasa agak rugi sudah mengeluarkan uang dan meluangkan waktu untuk ke bioskop, sementara sebenarnya, kalau mau, saya bisa saja berlangganan saluran tv kabel dan menonton banyak film bagus dengan harga yang lebih murah!
Ah, tapi, sudahlah. Setidaknya, THE RAMEN GIRL cukup manis. Bukan komedi romantis, tapi, sangat manis....

MY MOM'S NEW BOYFRIEND
Kasus ini mirip dengan THE RAMEN GIRL, tapi lebih parah. Saya agak kecewa dengan film ini. Untung ada Antonio Banderas dan Meg Ryan, jadi tidak begitu membuat saya merasa rugi-rugi amatlah.... Hhhh....




THE TARIX JABRIX 2
Oh Tuhan, tidak bisakah insan perfilman Indonesia membuat film yang tak hanya lebih baik daripada film buruk ini, tetapi juga sangat baik? Hanung dan Iqbal, kembalikan uangku! GRRRHHH!








MERAH PUTIH
Ehm, oke, saya mengoreksi pernyataan saya di atas. Bahwa insan perfilman Indonesia sebaiknya membuat film yang lebih baik. Sebab, ternyata, bukan hanya insan perfilman Indonesia saja yang terjebak dalam kesalahan model THE TARIX JABRIX 2, melainkan juga para pembuat film Hollywood! Oke, efek ledakannya keren. Tapi bagaimana dengan skenarionya? Buruk sekali!

TRANSFORMERS : REVENGE 0F THE FALLEN
Saya bisa bilang apa lagi? Skenarionya uuuugh, mengecewakan!







MERAIH MIMPI
Apanya yang meraih mimpi? Lima tahun pembuatan film dan hasilnya seperti itu? Hmmm.... Maaf saja nih, selain terlalu digembar-gemborkan, film ini bikin saya sebal dengan skenarionya yang dikerjakan oleh orang dari 'luar' itu.






G FORCE
Silakan ke mesin pencari di blog ini, baca sendiri apa yang saya tulis di sana. Jerry, tolonglah.... Jangan bikin film keluarga yang aneh seperti ini.







Ups, bukannya memaki, lho. Hanya mengungkapkan kekecewaan. Peace!

Gambar:
kapanlagi, imdb, meraihmimpi, blitzmegaplex, kompasentertainment

Read More..

Jumat, 23 Oktober 2009

CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS : JANGAN BERLEBIHAN

Dua hari yang lalu, setelah menonton film ini, saya jadi teringat pada lagu dangdut (yang nyanyi kalau tak salah Vetty Vera) yang intinya menyarankan agar manusia menyukai yang 'sedang-sedang' saja. Dalam film berjudul puanjang ini, pesan dari lagu tersebut ternyata sejalan dengan lagu lama tersebut.

Adalah Flint Lockwood, cowok jenius yang dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya, kecuali oleh mendiang ibunya. Flint yang bercita-cita membuat penemuan hebat, dianggap pengacau oleh penduduk kota tempatnya tinggal karena penemuan-penemuannya yang mengganggu orang-orang di sekitarnya. Di sisi lain, Flint juga melihat bahwa orang-orang di kotanya sudah bosan makan sardin, makanan utama penduduk kota. Oleh sebab itu, Flint berusaha membuat makanan cepat saji berbahan dasar air melalui mesin ciptaannya yang bernama aneh (susah banget namanya, pokoknya!).

Di sinilah konflik bermula. Mesin ciptaan Flint ternyata mampu menimbulkan hujan makanan. Penduduk kota jadi senang dan Flint terlena oleh puja-puji penduduk setempat atas keberhasilannya membuat makanan-makanan lezat.


Namun, hal itu tak berlangsung lama. Para penduduk diserang penyakit seperti kegemukan dan apa yang disebut food comma (:D) akibat kelebihan makanan sampah. Belum lagi masalah itu beres, Flint baru menyadari bahwa hujan makanan ciptaannya berubah menjadi hujan makanan raksasa : pizza raksasa, jagung manis raksasa, hot dog raksasa dan sebagainya. Parahnya lagi, makanan tersebut bermutasi menjadi 'hidup' dan mampu menyerang manusia. Belum lagi kerusakan materil yang ditimbulkan akibat hujan makanan raksasa tersebut. Segalanya menjadi kacau dan Flint, dibantu Sam Sparks, reporter pintar yang disukainya, harus menghancurkan mesin buatannya sendiri....

Ini film yang kreatif, orisinal dan cukup seru. Tentu saja, saya masih lebih menyukai UP, tapi CLOUDY.... cukup menghibur. Soundtrack dan scoringnya juga asyik, khas remaja banget. Bikin kita merasa fun. Tapi tentu saja, saya tidak kepingin bumi kita dikotori oleh hujan makanan yang tak terkendali :D

Silakan ditonton. Dijamin, aman untk keluarga, kecuali jika hujan makanan benar-benar terjadi.....

Gambar:
imdb.com

Read More..

Rabu, 21 Oktober 2009

INGLOURIOUS BASTERD : HELL YAH, BASTARDS!

Katanya, ada kecenderungan dari praktisi perfilman Hollywood untuk membuat film yang tak lagi menempatkan Nazi sebagai pihak yang beringas dalam membantai kaum Yahudi. Tapi ternyata, INGLORIOUS BASTERDS masih menjadi perpanjangan dari tradisi tersebut. Yah, kurang lebih samalah dengan tradisi menggambarkan muslimin dan muslimat sebagai "teroris".

Saya nonton film ini dua hari yang lalu. Lagi-lagi sendirian saja, karena dua sahabat saya yang sedikit lebih waras daripada saya, memang terhitung malas menonton film di bioskop. Mereka tidak peduli, sekalipun sudah tidak up-to-date lagi, mereka lebih memilih menonton film di TV yang gratis dan tidak perlu meninggalkan rumah.

Maka, jadilah saya menonton Aldo Raine (Brad Pitt) dengan pasukan kecilnya yang terdiri dari keturunan Yahudi, meneror tentara Nazi dengan cara-cara yang tak kalah kejam dan sadisnya dengan genosida oleh Nazi terhadap kaum Yahudi itu sendiri. Di sini, Raine dan kawan-kawan adalah tentara Amerika (dinas super rahasia), bukan mewakili secara resmi kelompok Yahudi tertentu sehingga apa yang mereka lakukan tidak bisa dikatakan sebagai perjuangan membela bangsa Yahudi. Kalau Raine merekrut tentara keturunan Yahudi tersebut, maka itu semata demi kepentingan Amerika. Buktinya, sekalipun selalu berkoar bahwa mereka ingin meneror Nazi, namun tetap saja, Raine dan kawan-kawan peduli dengan berapa orang tentara Nazi yang ada, posisinya di mana dan apa saja senjata mereka (simak adegan yang memperkenalkan Donny Donowitz (Eli Roth), yang suka memukul kepala orang dengan stik baseball). Ya iyalah, mereka 'kan tentara Amerika, bukan gerilyawan Yahudi. Sepanjang yang saya tahu, tidak ada cerita mengenai perlawanan kaum Yahudi terhadap Nazi yang difilmkan. Biasanya, film mengenai perlawanan terhadap Nazi menempatkan pihak dari negara tertentu (entah Prancis atau Amerika Serikat) sebagai jagoannya, bukan orang yang merepresentasikan kaum Yahudi itu sendiri. Barangkali, itu sebabnya, INGLOURIOUS BASTERDS adalah fiksi, karena barangkali, memang tidak ada kisah heroik kaum Yahudi yang dapat difilmkan. Selalu dan selalu saja, kaum Yahudi yang menjadi korbannya....


Tapi, eh, tunggu dulu, coy! Saya ngoceh di atas itu ternyata adalah kekeliruan (atau memang sudah benar?). Sebab, selain para Basterds, masih ada Shosanna Dreyfus (Melanie Laurent), cewek Yahudi-Prancis yang berniat membalas dendam atas kematian keluarganya oleh Nazi. Shosanna, yang sudah berada pada puncak dendamnya, menghalalkan segala cara demi membunuh sebanyak mungkin kaum Nazi (dan orang Jerman). Dia nekad membakar bioskop miliknya sendiri agar dapat membunuh Hitler dan segenap jajarannya, yang sedang menonton sebuah film Jerman berjudul Nation's Pride. Bahkan, cewek yang kelihatannnya lugu itu tak segan mengancam keselamatan orang lain demi menuntaskan dendam kesumatnya. Cewek cantik ini, sama saja dengan para Basterds, tak segan membunuh meski dengan motif yang lebih lugas : hanya balas dendam.

Tapi, favorit saya justru Hans Landa (Cristoph Waltz), petinggi Nazi yang dijuluki Pemburu Yahudi. Landa yang pintar dan tampak ramah, ternyata licin dan punya indra 'penciuman' yang sangat tajam. Sebenarnya, di antara sekian tokoh yang mondar-mandir dalam film ini, Landa-lah yang paling berbahaya. Dia licik dan pandai memanfaatkan situasi serta tidak pandang bulu dalam membunuh. Sekalipun orang Jerman seperti Bridget von Hammersmark (Diane Kruger), bintang film Jerman yang bekerja sama dengan Raine, jika ia berkhianat, maka Landa tak akan segan membunuhnya. Maka, saya pun merasa bahwa 'hukuman' yang dijatuhkan pada Landa pada akhir film, tidak sepadan dengan kejahatannya selama menjadi tentara Nazi. Hm... kelihatannya saya memang setuju-setuju saja bahwa Nazi memang kejam dan pantas dihancurkan, sementara kaum Yahudi yang lemah, sudah sepatutnya membalas.

Ya enggak, dong! Bagi saya, film ini hanya berkisah tentang sekumpulan orang haus darah dengan berbagai alasan : balas dendam, demi tugas dan lain-lain. Maka, tak heran bila saya bersimpati (walaupun sedikit) pada Fredrick Zoeller (Daniel Bruhl), pahlawan Nazi yang jatuh cinta pada Shosanna. Menjelang akhir film, Shosanna sempat merasa kasihan dan mungkin agak merasa bersalah karena telah memanfaatkan Zoeller demi menuntaskan misinya. Tapi, Zoeller yang hanya manusia biasa, tentu saja tak terima dengan perlakuan Shosanna....

Oh iya, namanya juga film. Selain para Basterd yang tidak pernah ada, ada satu lagi fakta sejarah yang diplesetkan dalam film ini. Gara-gara pelintiran itu, sekali lagi, kaum Yahudi berhasil ditunjukkan sebagai pahlawan. Ouh, Adolf Hitler di sini kok lebih mirip anak kecil yang cengeng? Duh, duh Pak Tarantino, bener-bener deh, Bapak ini....

Gambar :
www.imdb.com

Read More..

Minggu, 18 Oktober 2009

GET MARRIED 2 : SEBAIKNYA SEKUEL SEPERTI INI CERITANYA

Akhir-akhir ini saya selalu telat menonton film Indonesia. Buktinya, setelah MERAIH MIMPI, sekarang GET MARRIED 2 yang telat saya tonton. Karya terbaru Hanung Bramantyo ini baru saya tonton dua hari yang lalu, satu bulan setelah film ini ditayangkan di bioskop!

Meskipun saya tidak mengikuti GET MARRIED, saya bisa memahami jalan cerita GET MARRIED 2 ini. Bagi saya, sebaiknya sekuel sebuah film dibuat seperti ini, yakni ceritanya jangan bersambung, sehingga masing-masing film memiliki cerita yang berdiri sendiri.

Tentang filmnya sih, yang pasti lebih lucu daripada film yang diproduseri oleh Hanung, THE TARIX JABRIX 2 (yang ini sih, susaaah banget bikin saya ketawa). Ceritanya seputar krisis rumah tangga MAE dan RANDY yang sudah berumah tangga empat tahun, tapi belum juga punya anak. Segala cara diupayakan, namun tetap saja gagal, hingga pada akhirnya orang tua MAE mengultimatum mereka : hamil atau pisah! Akibatnya, karena masih cinta, MAE dan RANDY terpaksa backstreet.


Masalah kian rumit karena MAE curiga RANDY berselingkuh dengan wanita lain. Sebaliknya, RANDY merasa bahwa tiga sahabat MAE, hanya memanfaatkan posisi mereka sebagai sahabat untuk mengambil keuntungan dari RANDY yang kaya raya. Bahkan saat MAE ternyata positif hamil pun, masalah tak berhenti sampai di situ saja. Sebab, kali ini giliran orang tua MAE dan RANDY yang bersitegang. Pusing, dah!

Saya suka film ini. Memang sih, tidak seasyik yang saya harapkan (mengingat film ini laris sekali), tapi bolehlah buat hiburan. Daripada menonton beberapa film asing yang bikin kecewa karena skenarionya jelek, mendingan GET MARRIED 2, deh.

Oh iya, besok insya Allah saya akan menonton INGLORIOUS BASTERDS. Katanya sih ceritanya bagus dan banyak adegan kekerasan di dalamnya. Setelah membaca sebagian skenarionya, saya pikir film ini memang bisa direkomendasikan, sekalipun ceritanya mendiskreditkan sekelompok tertentu yang bagi saya, gak ada masalah dengan segala yang mereka lakukan. Ehm, dalam hal ini, saya tidak bicara soal tokoh utamanya, ya...

Dan mudah-mudahan, setelah film-nya Tarantino itu, giliran sebuah film animasi lagi bisa saya tonton....

Gambar:
www.21cineplex.com

Read More..

Selasa, 06 Oktober 2009

MERAIH MIMPI : TERLALU BANYAK PESAN

Saya baru dapat kesempatan menontonfilm ini tadi siang, saat sedang off. Sebenarnya sih tidak begitu berminat.Sebab, saat melihat cuplikan filmnya dalam sebuah workshop bulan Juni atau Juli yang lalu, saya merasa bahwa animasinya tidak begitu istimewa dibandingkan dengan film sejenis buatan negara sahabat dengan biaya yang jauh lebih rendah. Namun karena sudah telanjur berjanji pada pada para pembuat film ini (sutradara & segenap produser serta koordinator dubber-nya) bahwa saya pasti menonton, maka saya pun menonton-lah. Lagipula, mengetahui bahwa untuk membuat film ini butuh waktu 5 tahun, saya rasa hal itu perlu dihargai. Lagipula, animatornya orang Indonesia, kok.

Dan sesuai kata hati nurani, ternyata saya memang tidak perlu bersusah-susah untuk menontonnya karena hasilnya kurang memenuhi harapan. Yah, mengerti sih, dengan biaya 5 juta dollar AS yang jauh di bawah biaya produksi film-film Disney dan Pixar, kita memang tidak bisa mengharapkan animasi sekelas Chicken Little, misalnya. Tapi setidaknya, skenarionya jangan se-ancur Chicken Little atau Hercules, dong!


Saya pikir, dengan cerita dasar yang sudah bagus, para pembuat film ini bisa membuat film dengan kisah yang menyentuh dan menggugah seperti judulnya : Meraih Mimpi. Namun, karena terlalu banyak misi dan pesan yang hendak dijejalkan dalam waktu kurang dari dua jam durasi film, saya jadi kesulitan menangkap inti pesan film ini. Akibatnya, terlalu banyak konflik yang dipaksakan untuk ukuran film keluarga yang semestinya lebih sederhana dan menghibur. Atau, jangan-jangan saya yang terlalu bodoh, sehingga baru begitu saja, sudah kebingungan? Mudah-mudahan karena saya memang bodoh ya, hehehe.

Pertama, Dana (suara oleh Gita Gutawa yang cantik dan bersuara merdu itu), tokoh utama film, ingin terus bersekolah meskipun hanya tinggal di kampung sederhana. dan berasal dari keluarga pas-pasan pula. Kedua, Dana harus berhadapan dengan Somad ayahnya (Uli Herdinansyah) karena ingin menikahkannya dengan Ben (Indra Bekti), teman sekolah yang tidak disukainya. Ketiga, Dana ingin mencegah penggusuran dan perusakan lingkungan oleh Pairot (Surya Saputra), ayah Ben, dan konco-konconya. Keempat, Dana sempat bersinggungan dengan adiknya Rai (Patton Idola Cilik) dan Somad karena Dana mendapatkan beasiswa yang juga sangat diinginkan oleh Rai. Wuf, empat konflik! Ujung-ujungnya, konflik keempat yang harus dikorbankan hingga penyelesaiannya pun menjadi sangat sederhana.

Tapi, sudahlah soal cerita. Yang paling membuat saya bete dari film ini justru adalah dialog-dialognya yang seperti Merah Putih, sangat 'bule'! Dialog seperti , "ayolah, Kakak tidak usah membuktikan apa-apa" yang diucapkan Rai, misalnya. Hehehe, dalam film Huliwud sih, banyak bertebaran. Atau, jangan-jangan karena yang bertugas mengindonesiakan skenario adalah Nia di Nata (kita tahu, seperti apa karya-karya beliau sebelum Meraih Mimpi ini), sehingga dialog asing seperti itu enak-enak saja di kuping yang bersangkutan?

Waduh, pusing, deh! Yang pasti, saya keluar dari gedung teater dengan perasaan biasa-biasa saja. Agak sebal juga sih, kok skenarionya biasa saja? Kalau animasinya sih, itu urusan lain. Ngerti, biayanya terlalu mahal. Lima juta dollar, bo!

Tapi syukurlah, film ini sempat laris sekali pada masa libur Lebaran yang lalu. Semoga, ke depannya, akan ada film animasi buatan animator Indonesia (dan juga ditulis oleh orang Indonesia) yang lebih baik daripada Meraih Mimpi.

Akhir kata, Meraih Mimpi tidak buruk, tapi juga tidak istimewa dari segi cerita.... Maju terus perfilman animasi Indonesia!

Gambar :
Meraih Mimpi

Read More..

Rabu, 30 September 2009

SURROGATES : CERITA SEDERHANA DENGAN PESAN YANG BESAR

Serius! Surrogates adalah film detektif biasa tapi dibungkus dengan pesan kemanusiaan yang mirip dengan The Net. Walaupun imdb.com memasukkannya sebagai jenis film action dan sci-fi, bagi saya sih, unsur action-nya masih kalah seru dibanding katakanlah, Merantau (aku cinta film Indonesia!) dan keberadaan surrogates dalam film ini tidak membuat saya percaya bahwa hal itu bisa terjadi di dunia nyata (beda dengan film-film alien-nya Spielberg), sehingga rasanya kurang tepat jika disebut sci-fi. Habis, penjelasan ilmiahnya minim banget, tidak membuat pengetahuan bertambah cukup banyak, sih....

Tapi, bukan berarti saya tidak suka film ini. Meski yang main Om Bruce yang sudah tuwir itu, bagi saya, ini film yang cukup bagus. Paling tidak, setelah menontonnya, kita jadi berpikir bahwa menjadi terluka, sakit, tua dan mati adalah kodrat manusia yang tidak bisa dielakkan. Oleh sebab itu, hadapilah dengan berani dan tabah.


Ceritanya sendiri berkisar pada kehidupan manusia pada suatu masa di masa depan. Pada masa itu, manusia telah kecanduan Surrogates yang diciptakan oleh Dr. Canter. Dengan menggunakan robot pengganti atau surrogates, manusia bisa mengendalikannya dengan pikiran tanpa perlu keluar rumah. Maka, bertebaranlah robot-robot dengan penampilan fisik sempurna dan muda serta tak kenal rasa sakit.

Kondisi ini rupanya mengganggu Tom Greer (Willis), polisi yang sudah lama merindukan kemesraan bersama istrinya, Maggie. Apalagi saat terjadi pembunuhan terhadap putra Dr. Canter, Greer menjadi semakin yakin bahwa hidup berlindung di balik surrogate bukanlah hal yang tepat. Hal itu diamini oleh Dr. Canter yang seperti Alfred Nobel, menyesali penemuannyan sendiri. Bedanya, Nobel memperbaiki keadaan dengan cara mendonasi para penjaga perdamaian, sementara Dr. Canter memilih jalan yang radikal....

Akhir kata, selamat menonton. Meskipun cara bertuturnya kurang menyentuh, hargailah pesan yang disampaikan. Jangan takut menjadi terluka, sakit dan tua. Terimalah segala sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan tabah dan berani.

Gambar :
imdb.com

Read More..

Senin, 28 September 2009

MENCULIK MIYABI & JA : BETE PADA MEREKA

Saya tuh jarang banget ngeblog karena memang jarang berinternet ria. Tapi dua isu yang baru saja saya ketahui dari dunia maya, bikin hati panas, sebal, kesal, kecewa!

Isu pertama adalah film "Menculik Miyabi" yang belum juga diproduksi sudah bikin heboh. Addduuuh, ini yang disebut kreativitas dunia perfilman? Masa' bisanya cuma menjual popularitas Miyabi? Kenapa tidak sekalian bikin film "Menculik SBY", biar sekalian dianggap teroris, dah!


Lalu, isu kedua adalah heboh dari seorang JA di twitter (hehehe, saya tidak punya account di sini, jadi belum pernah melihat isi website ngetop ini) yang katanya berbugil ria di depan umum. Moga2 bukan JA yang itu, yang sudah membuat sejumlah film favorit saya seperti Janji Joni dan Pintu Terlarang. Mudah-mudahan bukan dia orangnya!

Tapi, kalaupun bukan JA yang sutradara itu, saya tetap menyayangkan, ada ribuan orang yang menuntut JA berbugil ria dan dilakoni oleh JA. Barangkali, JA sudah waktunya kita duetkan dengan Miyabi, agar menjadi sebuah film yang mengerikan untuk disaksikan!

Read More..

HARUS BAGAIMANA LAGI?

Oh, oh, oh, please tell me what should I do? Gue bingung, balik ke kampung halaman atau tetap di sini? Binguuuung!

Read More..

Rabu, 23 September 2009

HORSEMEN : BIASA AJA, TAPI LUMAYANLAH...

Ini gara-gara saya merasa ngeri melihat antrian panjang di 2 bioskop favorit saya di daerah Blok M. Tapi karena saat berangkat dari rumah, saya bertekad untuk menonton, saya memutar haluan menuju tempat favorit yang satunya lagi, yakni Senayan City. Syukurlah, siang itu, Rabu 23 September 2009, sama sekali tak ada antrian di depan loket tiket. Namun karena malas menonton KCB dan The Grudge sementara saya juga sudah menonton G-Force, pilihan jatuh pada film di Studio 1: HORSEMEN.


Hehehe, saya masuk ke dalam studio dengan tanpa bekal pengetahuan apapun mengenai film yang memasang nama Dennis Quaid dan Ziyi Zhang (Zhang Ziyi?) ini. Makanya, saat menonton, saya jadi mirip orang buta yang meraba-raba, akan ke mana arah film ini.


Ternyata eh ternyata, ini film misteri biasa a la Hollywood. Mengisahkan empat orang sakit jiwa yang menganalogikan diri mereka dengan Empat Penunggang Kuda dalam Injil (satu hal lagi yang membuat saya agak bingung adalah soal para penunggang kuda ini karena saya belum pernah membaca isi injil sekalipun!) dan membunuh orang. Adalah Detektif Breslin (Dennis Quaid) menyelidiki kasus pembunuhan sadis tersebut. Namun, dia tidak menduga bahwa dalang dari rangkaian pembunuhan sadis ini adalah seseorang yang tak pernah ia sangka sama sekali....

Sudah ah, begitu saja. Saya malas, capek setelah menonton film yang nyaris tidak menunjukkan kejutan sama sekali ini. Kalau mau, nonton saja sendiri. Tapi kalau sayang duit, sebaiknya jangan.... Daripada kecewa....

Gambar :
imdb.com

Read More..

Kamis, 17 September 2009

G FORCE : DISNEY (BUKAN) JAMINAN KEPUASAN MENONTON

Saya tidak tahu, apa tanggapan kebanyakan penonton film ini, yang pasti saya keluar dari gedung bioskop dengan perasaan biasa-biasa saja. Selain menonton imutnya para anggota G Force, saya tidak menemukan kepuasan dalam menyaksikan film berdurasi cukup singkat ini.

Film ini, kalau melihat genre-nya yang action adventure, nyaris tidak menawarkan ketegangan ala film-film spionase pada umumnya. Selain menyaksikan imutnya kuartet Darwin-Hurley-Juarez-Bucky, saya tidak begitu terhibur dengan jalinan ceritanya. Humor-humornya pun kurang asyik, paling-paling yang lucu hanya marmut gendut yang menjadi rookie dalam tim (kalau sudah nonton, pasti tahu dong, marmut mana yang saya maksud?) atau trio tikus gila yang selalu menyetujui apa saja.

Animasinya sih bagus banget, tidak kelihatan bahwa marmut-marmut jagoan itu hanya animasi 3D. Tapi yah, begitulah.... Barangkali karena Disney merasa sudah cukup puas dengan kecanggihan animasinya, maka mereka tak menguatkan lagi struktur ceritanya.


Cerita dasarnya sih sebenarnya sudah bagus. Tentang sebuah departemen dalam tubuh FBI yang khusus melatih hewan-hewan untuk menjadi agen-agen super. Nah, pada suatu saat, karena khawatir departemennya ditutup oleh FBI, departemen ini nekad membobol database sebuah perusahaan yang dicurigai terlibat dalam aksi yang akan membahayakan dunia.

Apa mau dikata, tim yang diturunkan, yakni Darwin cs, gagal dalam misi tersebut dan harus menerima takdir mereka : menjadi hewan peliharaan di pet shop. Padahal, perusahaan yang dicurigai tersebut ternyata telah benar-benar siap dengan rencana rahasia yang destruktif. Sementara, FBI sendiri sudah tak percaya pada Darwin cs....

Tapi ya, itu tadi.... Skenarionya digarap agak 'ngasal' untuk ukuran Hollywood. Bayangkan, Darwin bisa dengan mudah tersentuh hatinya dan bangkit dari keputusasaan hanya karena kata-kata Bucky, yang baru ia kenal, terhadapnya. Juga, Darwin bisa dengan cepat menyadarkan Speckles agar menghentikan aksi berbahayanya menjelang akhir film!

Tapi, kalau dilihat-lihat lagi, namanya juga film hiburan. Ga perlu mikir, cukup ditonton saja. Sayangnya, saya hanya bisa menonton, tapi tak bisa menikmatinya karena tidak memuaskan hati!

Gambar :
imdb

Read More..

Selasa, 15 September 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

Assalamu 'alaikum!
Saya tidak tahu, apakah sebelum Lebaran nanti, saya sempat menulis satu omongan eh tulisan lagi. Makanya, mumpung ada kesempatan, saya hanya mau mengucapkan :


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga apa yang kita dapatkan semuanya serba full : puasa, tarawih, zakat, pahala dan rahmat Allah SWT

I Love You Full!

Gomen nasai....

Yap, sudah, segitu saja. Kalau mau mudik, selamat mudik juga.... Assalamu 'alaikum!

Read More..

Senin, 07 September 2009

ACARA TV FAVORITKU SELAMA RAMADHAN!

Tak terasa, bulan Ramadhan sudah memasuki minggu ketiga. Selama bulan puasa ini, banyak yang telah terjadi dalam hidup saya, yakni punya teman baru yang hebat, punya banyak acar TV favorit dan.... putus sama pacar gara-gara pacar kesal karena saya tidak juga mengajak menikah. Hei... gimana mau nikah kalau kehidupan saya (dan ex pacar saya itu) saja masih pas-pasan begini? Nanti kalau punya anak, mau dikasih makan apa?

Ah, sudahlah, curhatnya di-cut sampai di sini. Daripada memikirkan pernikahan yang masih jauh dari bayangan saya, lebih baik kita bicara soal apa yang bisa kita lakukan selama bulan puasa yang penuh berkah ini. Selain menambah ibadah, kita bisa menikmati beragam kegiatan dan acara, termasuk menonton TV yang murah meriah, hanya perlu bayar listrik.....

Dalam bulan Ramadhan ini, saya suka mengamati dan menikmati beragam acara yang ditayangkan oleh berbagai stasiun TV. Banyak yang konyol, tapi tidak sedikit yang cukup menarik. Bahkan, ada acara TV yang saya tunggu-tunggu setiap hari. Sekalipun acara tersebut ditayangkan berulang kali, saya tetap saja menantikan dan menikmatinya, seperti acara-acara TV di bawah ini....

AZAN MAGHRIB (SEMUA STASIUN TV)
Ini acara TV paling fenomenal dan unik. Bayangkan, semua stasiun TV menayangkannya setiap hari, tapi tetap saja, acara berdurasi tiga menitan ini menjadi acara yang paling tinggi rating-nya sepanjang Ramadhan! Acara ini menjadi yang paling digemari meskipun kumandang azan Maghrib di luar sana juga terdengar dari berbagai masjid. Hehehe.... ya iyalah teman, tidak akan ada umat yang berpuasa, yang akan melewatkan acara yang satu ini. Habis, begitu acara ini dimulai, semua orang boleh makan minum dan.... berasyik-masyuk dengan pasangan lagi! Oh, indahnya azan Maghrib pada bulan puasa....


PARA PENCARI TUHAN JILID III (SCTV)
Kalau yang ini, saya lebih serius membicarakannya. Sinetron yang digabungkan dengan kuis ini bisa dipastikan menjadi satu dari sedikit--bahkan barangkali menjadi satu-satunya--acara Ramadhan yang menghibur, mendidik sekaligus informatif. Kisah Bang Jack, marbot masjid dengan tiga muridnya yang eks narapidana : Chelsea, Barong dan Juki; persekutuan Asrul-Udin dalam menggapai mimpi menjadi tamu Allah di Tanah Suci; cinta segitiga Aya-Azzam-Khaylila yang mencerminkan betapa naifnya wanita yang mengharapkan cinta pria yang sejak awal tidak tahan godaan dan betapa plin-plannya pria yang mengaku mencintai dua wanita sekaligus; Pak Jalal yang dermawan sekaligus nyebelin dan lain-lain, membuat siapa saja kepincut. Acara TV yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin mendapatkan hiburan sekaligus ilmu agama yang disampaikan dengan santai, jujur dan tidak membosankan.

KIAMAT SUDAH DEKAT 1 (O CHANNEL)
Nah, benar, kan? Sekalipun sebuah acara sudah ditayangkan berulang, kalau acaranya bagus, tetap saja ada penggemarnya. Sinetron yang mengangkat nama Zaskia Adya Mecca ini juga kurang lebih sama dengan sinetron PARA PENCARI TUHAN : kocak, informatif dan mendidik. Ketika ditayangkan lagi oleh O Channel (yang memang grup SCTV itu), saya langsung menjadikannya sebagai acara wajib dalam menunggu waktu berbuka puasa. Daripada menonton acara TV lain yang 'tidak jelas' dan konyol, lebih baik nonton yang satu ini....

KULTUM (RCTI)
Penayangannya bertabrakan dengan KIAMAT SUDAH DEKAT, tapi bisa diatur-lah. Soalnya, acara berdurasi singkat ini juga cukup menarik untuk disimak. Lumayan buat menambah ilmu agama saya yang cetek eh, masih harus ditambah terus ini....

RAHASIA SUNNAH (TRANS 7)
Acara yang dipandu bule bernama Wahyu ini jadi menarik karena ada bule-nya yang lumayan lucu itu. Apa yang disampaikan juga informatif, menambah wawasan kita. Lagi-lagi, waktu penayangannya bertabrakan dengan acara-acara menarik lainnya. Tapi, sekali lagi, masih bisa diatur-lah, coy....

TAFSIR AL-MISHBAH (METRO TV)
Acara ini lebih serius daripada KULTUM dan bertabrakan jam penayangannya dengan PARA PENCARI TUHAN JILID III. Tapi, tidak masalah, tipa jeda iklan di SCTV, langsung switch ke METRO TV. Masalahnya, kalau dua-duanya sedang break iklan, tinggal saya sendiri yang bete, karena tidak bisa menyaksikan dua acara yang saya senangi....

Hmmm, apa lagi, ya? SAATNYA KITA SAHUR (TRANS TV), OPERA VAN JAVA SAHUR (TRANS 7) dan SAMBIL BUKA YUK! (ANTV) sebenarnya juga cukup menarik dan lucu karena masing-masing menjual ikon-ikon seperti Jeng Kellin, Parto dan Eko. Tapi, berhubung ini bulan Ramadhan, ada baiknya saya menonton acara yang menambah wawasan dan ilmu agama saja. Kalau sudah lepas Ramadhan, balik lagi, nonton yang konyol-konyol doang.... Hehehe, bercanda, kok. Mau Ramadhan atau tidak, yang namanya menambah wawasan dan ilmu itu wajib. Setuju?

Ya harus setuju!
PS : Maaf, tidak ada gambarnya. Soalnya saya lagi malas mencari....

Read More..

Jumat, 28 Agustus 2009

DISTRICT-9 : PENDERITAAN PARA PENGUNGSI

Kemarin, Kamis (27/8), keluar dari Teater 1 Cinema XXI Senayan City (ya, mal yang diisi dengan tampang dua bule--yang menjadi ikon-nya--yang berpose 'merayakan' Hari Kemerdekaan), saya bisa mengatakan cukup puas. Bahkan, barangkali, jika nanti saya bertemu alien dalam perjalanan melaksanakan tugas kantor, saya akan lebih berempati pada makhluk-makhluk asing tersebut. Setidaknya, saya tidak akan histeris dan berlarian ke sana ke mari meyelamatkan diri sampai ... saat alien tersebut mulai menembaki saya!

Nggak.... Saya akan lebih serius. Saya setuju dengan beberapa resensi yang saya baca mengenai film ini. Bahwa ini memang film tentang alien yang berbeda. Jujur nih, sepanjang film, saya sangat bersimpati pada para alien yang punya teknologi canggih (namun anehnya, di sisi lain juga mirip makhluk dari masa purbakala, liar dan agak 'gila'!) dan sebal minta ampun pada manusia yang memperlakukan para alien tersebut lebih buruk daripada sapi gila.

Adalah Wikus Van De Merwe (Sharlto Copley), seorang agen Multi-National United (MNU) di Johannesburg yang bertugas mengevakuasi jutaan alien atau prawn yang menghuni District 9 ke District 10. Alien-alien yang pada tahun 1982 diselamatkan dari pesawat luar angkasa mereka tersebut dianggap telah menjadi masalah baru karena terus-menerus berkembang.


Namun, Wikus yang tadinya sama saja dengan manusia lain--memandang rendah kaum prawan--mendadak terinfeksi sebuah cairan misterius yang membuatnya perlahan bermutasi menjadi prawn. Segera saja, ia menjadi buruan MNU karena menjadi satu-satunya manusia yang tetap hidup setelah terinfeksi DNA prawn. Dengan begitu, Wikus dapat mengoperasikan senjata canggih para prawn yang tidak dapat dioperasikan oleh manusia biasa. Wikus pun kabur ke District 9 untuk bersembunyi.

Namun, Wikus tak lantas berubah menjadi pendukung prawn. Sifat dasarnya yang penakut dan agak egois (ini manusiawi banget karena posisi Wikus benar-benar terjepit!), membuatnya tetap menyulitkan Christopher Johnsson, prawn pemilik cairan yang menginfeksi Wikus. Christopher menjanjikan bahwa ia bisa menyembuhkan Wikus dari 'penyakit'-nya, namun untuk itu ia harus kembali ke pesawat induknya dulu.

Persamaan kepentingan membuat Wikus dan Christopher berjibaku merebut kembali cairan tersebut dari MNU. Sebab, hanya dengan itu Christopher bisa mengoperasikan pesawat mini-nya kembali ke pesawat induk mereka yang selama lebih dari 20 tahun hanya mengambang di langit Johannesburg (tapi anehnya, pada saat genting, ternyata, pesawat induk prawn bisa juga dikendalikan dari Bumi untuk mengambil pesawat mini prawn!).


Wikus yang tadinya penakut perlahan berubah menjadi pemberani dan tidak egois lagi. Ia rela berkorban untuk menolong Christopher dan anaknya kembali ke pesawat induk mereka dan pulang ke planet asal mereka....

Saya cukup puas dengan film ini meskipun menemukan beberapa kejanggalan. Neill Blomkamp sebagai sutradara sekaligus salah seorang penulis film ini mampu mengaduk-aduk emosi saya (hihihi, emangnya kopi, pake diaduk-aduk segala?!) hingga jadi bertanya-tanya sendiri : jangan-jangan manusia Bumi adalah makhluk paling egois dan bermental penjajah di seluruh jagad raya?

Semoga tidak begitu, ya....

Gambar :
Kompas Entertainment

Read More..

Kamis, 20 Agustus 2009

MERAH PUTIH : NASIONALISME YANG 'ASING'

Sebenarnya, saya sudah nonton film ini pada hari pertama pemutarannya, tanggal 13 Agustus lalu di Blok M. Tidak seperti saat menonton film MERANTAU seminggu sebelumnya, saya keluar dari teater 2 Studio 21 Blok M Plaza dengan perasaan yang biasa-biasa saja. Padahal, film yang turut dikerjakan oleh sineas Hollywood tersebut seharusnya mampu menggugah saya. Tapi, saya kok merasa 'hambar' seperti makan sayur asem tapi garamnya kurang jadi asemnya ga dapet....



Dari awal feeling saya memang sudah kurang enak. Seperti ada yang berbisik, "sudah, nonton GI JOE saja. Ngapain nonton film perang Indonesia?" Tapi dasar saya tidak mau mengikuti kata hati, saya tetap saja memilih 'nasionalisme' daripada mendapatkan hiburan yang sepadan dengan harga tiket bioskop. Dan hasilnya, saya agak kecewa....

Soalnya, saya paling 'alergi' dengan dialog-dialog yang Hollywood banget seperti "Merindukan aku?" yang diucapkan Dayan setelah menolong Amir dan istrinya dari serangan seorang tentara Belanda. Tapi yah, namanya juga yang nulis skenario adalah bapak dan anak dari Hollywood, jadinya ya sebuah film yang penuh dengan dialog-dialog yang juga bisa kita temukan dalam film-film Hollywood macam Indiana Jones.


Hal lain yang mengganggu saya adalah 'kebodohan' Kapten Taufik, atasan kuartet Amir, Dayan, Thomas dan Marius, saat Belanda menyerang acara pesta dansa para lulusan Sekolah Tentara Rakjat (memangnya ada pesta dansa pada masa genting seperti itu?), pada awal film. Masa' Letnan Amir yang baru jadi tentara saja lebih tahu bahwa menyerang balik dalam keadaan terjepit adalah sebuah strategi perang yang salah? Padahal, katanya Kapten Taufik tuh adalah tentara yang hebat dan berpengalaman.... Hanya karena nasionalisme, Kapten Taufik nekad menerjang peluru Belanda yang berakibat tewasnya sejumlah tentara Indonesia. Gimana, sih?

Tapi, terlepas dari kekecewaan saya soal film yang katanya berbiaya 60 milyar (sudah termasuk biaya produksi sekuel kedua dan ketiganya) ini, saya memang merasakan ada yang berbeda daripada film perang buatan 'murni' Indonesia. Pada adegan penyerangan Belanda terhadap pesta dansa, efek asap yang membumbung memang berbeda dengan efek yang ditampilkan dalam film-film perang Indonesia sebelumnya. Mirip banget dengan yang kita lihat di TV pas berita perang. So real.

Oh ya, hampir lupa nih, menuliskan basic story film berdurasi 2 jam-an ini. Intinya, ada lima anak muda Indonesia dengan latar belakang dan motif berbeda-beda, bergabung untuk menjadi calon perwira. Namun, dalam perjalanannya, terjadi benturan di antara mereka yang menimbulkan konflik-konflik 'kecil'. Padahal, di luar sana, Belanda sedang memburu para pejuang Indonesia....

Secara keseluruhan, film ini hanya kurang greget. Tidak buruk, cukup bagus-lah. Tapi ya itu tadi, saya jengah dengan dialog yang terlalu Hollywood, sementara tidak ada hal lain dari film ini yang bisa menarik hati saya. Akhir kata, Merdeka! Allaahu Akbar!

Gambar :
kompas entertainment

Read More..