Sabtu, 26 Desember 2009

FILM=FILM BIOSKOP YANG SAYA TONTON TAHUN INI ANTARA LAIN ADALAH.... (2)

Hai! Setelah puas mengungkapkan kekesalan atas sebagian film yang menurut saya mengecewakan, saya jadi ingin memuji sebagian film lain yang saya sukai. Seperti...

PINTU TERLARANG
Kalau m
au jujur, ini film Indonesia yang paling saya sukai sepanjang 2009. Jangan-jangan pemilik film ini tidak mendaftarkan filmnya mengikuti FFI 2009, sehingga film ini tidak masuk nominasi. Tapi, sudahlah. Tidak dapat award juga tidak apa-apa. Toh menjadi film pemenang festival tidak menjadi pertimbangan saya dalam menonton sebuah film. Buktinya, sampai sekarang saya masih bingung (dasar otak udang nih saya), kok bisa-bisanya Crouching Tiger Hidden Dragon bikin kepincut para juri Oscar? Hmmm...


GARUD
A DI DADAKU
Sebagai e
ks pencinta Liverpool, saya lumayan suka film ini. Setidaknya, jadi sirik dengan rambut lebat Bayu (Emir Mahira) dalam film ini....






UP

Saya
bisa bilang apa lagi? Film ini seru, menegangkan, kocak dan tentu saja menghibur!




DISTRICT 9
Satu-satun
ya film action yang bisa bikin saya menangis karena ikut terhanyut dalam cerita, bukan hanya karena satu adegan sedih seperti dalam Transformers : Revenge of The Fallen. Fiuh, tidak sabar menunggu sekuelnya. Apa yng akan terjadi tiga tahun mendatang?





GET MARRIED 2
Kocak dan menghibur. Nirina lucu, deh!








SURR
OGATES
Sebenarnya, skenarionya tidak begitu bagus. Tapi, sukses membuat saya berpikir, bagaimana rasanya hidup dalam rumah saja dan membiarkan benda mati mengerjakan hal-hal yang menakjubkan yang bisa kita lakukan sendiri.






CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS
Size
does matter!








Ng... Sudah dulu, ya.... Mau kerja dulu. Ihiks, sedihnya, liburan masih harus kerja juga....

Read More..

Selasa, 08 Desember 2009

FILM-FILM BIOSKOP YANG SAYA TONTON TAHUN INI ANTARA LAIN ADALAH.... (1)

Hai!


Hehehe, sudah sebulan lebih saya tidak mengisi blog ini. Sebenarnya, saya malas saj mengisinya. Saya bosan dengan blog, tapi tak berarti saya jadi menggilai FB, twitter, plurk dan lain-lain hanya untuk microblogging. Sebab, pada dasarnya, saya orang yang cukup bawel dalam menulis. Menulis yang singkat-singkat, heh, di mana letak kesenangannya?!

Tapi, menjelang akhir tahun ini, seperti tahun lalu, saya ingin mengingat-ngingat lagi film-film bioskop yang pernah saya tonton. Sebagian dari film itu membuat saya menyesal berat, seperti film-film di bawah ini :

THE RAMEN GIRL
Sebenarnya, saya menyesal menonton film ini di bioskop karena.... ternyata, film ini sudah sangat sering ditayangkan di Star Movies dan saya tidak mengetahuinya! Maksud saya, saya merasa agak rugi sudah mengeluarkan uang dan meluangkan waktu untuk ke bioskop, sementara sebenarnya, kalau mau, saya bisa saja berlangganan saluran tv kabel dan menonton banyak film bagus dengan harga yang lebih murah!
Ah, tapi, sudahlah. Setidaknya, THE RAMEN GIRL cukup manis. Bukan komedi romantis, tapi, sangat manis....

MY MOM'S NEW BOYFRIEND
Kasus ini mirip dengan THE RAMEN GIRL, tapi lebih parah. Saya agak kecewa dengan film ini. Untung ada Antonio Banderas dan Meg Ryan, jadi tidak begitu membuat saya merasa rugi-rugi amatlah.... Hhhh....




THE TARIX JABRIX 2
Oh Tuhan, tidak bisakah insan perfilman Indonesia membuat film yang tak hanya lebih baik daripada film buruk ini, tetapi juga sangat baik? Hanung dan Iqbal, kembalikan uangku! GRRRHHH!








MERAH PUTIH
Ehm, oke, saya mengoreksi pernyataan saya di atas. Bahwa insan perfilman Indonesia sebaiknya membuat film yang lebih baik. Sebab, ternyata, bukan hanya insan perfilman Indonesia saja yang terjebak dalam kesalahan model THE TARIX JABRIX 2, melainkan juga para pembuat film Hollywood! Oke, efek ledakannya keren. Tapi bagaimana dengan skenarionya? Buruk sekali!

TRANSFORMERS : REVENGE 0F THE FALLEN
Saya bisa bilang apa lagi? Skenarionya uuuugh, mengecewakan!







MERAIH MIMPI
Apanya yang meraih mimpi? Lima tahun pembuatan film dan hasilnya seperti itu? Hmmm.... Maaf saja nih, selain terlalu digembar-gemborkan, film ini bikin saya sebal dengan skenarionya yang dikerjakan oleh orang dari 'luar' itu.






G FORCE
Silakan ke mesin pencari di blog ini, baca sendiri apa yang saya tulis di sana. Jerry, tolonglah.... Jangan bikin film keluarga yang aneh seperti ini.







Ups, bukannya memaki, lho. Hanya mengungkapkan kekecewaan. Peace!

Gambar:
kapanlagi, imdb, meraihmimpi, blitzmegaplex, kompasentertainment

Read More..

Jumat, 23 Oktober 2009

CLOUDY WITH A CHANCE OF MEATBALLS : JANGAN BERLEBIHAN

Dua hari yang lalu, setelah menonton film ini, saya jadi teringat pada lagu dangdut (yang nyanyi kalau tak salah Vetty Vera) yang intinya menyarankan agar manusia menyukai yang 'sedang-sedang' saja. Dalam film berjudul puanjang ini, pesan dari lagu tersebut ternyata sejalan dengan lagu lama tersebut.

Adalah Flint Lockwood, cowok jenius yang dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya, kecuali oleh mendiang ibunya. Flint yang bercita-cita membuat penemuan hebat, dianggap pengacau oleh penduduk kota tempatnya tinggal karena penemuan-penemuannya yang mengganggu orang-orang di sekitarnya. Di sisi lain, Flint juga melihat bahwa orang-orang di kotanya sudah bosan makan sardin, makanan utama penduduk kota. Oleh sebab itu, Flint berusaha membuat makanan cepat saji berbahan dasar air melalui mesin ciptaannya yang bernama aneh (susah banget namanya, pokoknya!).

Di sinilah konflik bermula. Mesin ciptaan Flint ternyata mampu menimbulkan hujan makanan. Penduduk kota jadi senang dan Flint terlena oleh puja-puji penduduk setempat atas keberhasilannya membuat makanan-makanan lezat.


Namun, hal itu tak berlangsung lama. Para penduduk diserang penyakit seperti kegemukan dan apa yang disebut food comma (:D) akibat kelebihan makanan sampah. Belum lagi masalah itu beres, Flint baru menyadari bahwa hujan makanan ciptaannya berubah menjadi hujan makanan raksasa : pizza raksasa, jagung manis raksasa, hot dog raksasa dan sebagainya. Parahnya lagi, makanan tersebut bermutasi menjadi 'hidup' dan mampu menyerang manusia. Belum lagi kerusakan materil yang ditimbulkan akibat hujan makanan raksasa tersebut. Segalanya menjadi kacau dan Flint, dibantu Sam Sparks, reporter pintar yang disukainya, harus menghancurkan mesin buatannya sendiri....

Ini film yang kreatif, orisinal dan cukup seru. Tentu saja, saya masih lebih menyukai UP, tapi CLOUDY.... cukup menghibur. Soundtrack dan scoringnya juga asyik, khas remaja banget. Bikin kita merasa fun. Tapi tentu saja, saya tidak kepingin bumi kita dikotori oleh hujan makanan yang tak terkendali :D

Silakan ditonton. Dijamin, aman untk keluarga, kecuali jika hujan makanan benar-benar terjadi.....

Gambar:
imdb.com

Read More..

Rabu, 21 Oktober 2009

INGLOURIOUS BASTERD : HELL YAH, BASTARDS!

Katanya, ada kecenderungan dari praktisi perfilman Hollywood untuk membuat film yang tak lagi menempatkan Nazi sebagai pihak yang beringas dalam membantai kaum Yahudi. Tapi ternyata, INGLORIOUS BASTERDS masih menjadi perpanjangan dari tradisi tersebut. Yah, kurang lebih samalah dengan tradisi menggambarkan muslimin dan muslimat sebagai "teroris".

Saya nonton film ini dua hari yang lalu. Lagi-lagi sendirian saja, karena dua sahabat saya yang sedikit lebih waras daripada saya, memang terhitung malas menonton film di bioskop. Mereka tidak peduli, sekalipun sudah tidak up-to-date lagi, mereka lebih memilih menonton film di TV yang gratis dan tidak perlu meninggalkan rumah.

Maka, jadilah saya menonton Aldo Raine (Brad Pitt) dengan pasukan kecilnya yang terdiri dari keturunan Yahudi, meneror tentara Nazi dengan cara-cara yang tak kalah kejam dan sadisnya dengan genosida oleh Nazi terhadap kaum Yahudi itu sendiri. Di sini, Raine dan kawan-kawan adalah tentara Amerika (dinas super rahasia), bukan mewakili secara resmi kelompok Yahudi tertentu sehingga apa yang mereka lakukan tidak bisa dikatakan sebagai perjuangan membela bangsa Yahudi. Kalau Raine merekrut tentara keturunan Yahudi tersebut, maka itu semata demi kepentingan Amerika. Buktinya, sekalipun selalu berkoar bahwa mereka ingin meneror Nazi, namun tetap saja, Raine dan kawan-kawan peduli dengan berapa orang tentara Nazi yang ada, posisinya di mana dan apa saja senjata mereka (simak adegan yang memperkenalkan Donny Donowitz (Eli Roth), yang suka memukul kepala orang dengan stik baseball). Ya iyalah, mereka 'kan tentara Amerika, bukan gerilyawan Yahudi. Sepanjang yang saya tahu, tidak ada cerita mengenai perlawanan kaum Yahudi terhadap Nazi yang difilmkan. Biasanya, film mengenai perlawanan terhadap Nazi menempatkan pihak dari negara tertentu (entah Prancis atau Amerika Serikat) sebagai jagoannya, bukan orang yang merepresentasikan kaum Yahudi itu sendiri. Barangkali, itu sebabnya, INGLOURIOUS BASTERDS adalah fiksi, karena barangkali, memang tidak ada kisah heroik kaum Yahudi yang dapat difilmkan. Selalu dan selalu saja, kaum Yahudi yang menjadi korbannya....


Tapi, eh, tunggu dulu, coy! Saya ngoceh di atas itu ternyata adalah kekeliruan (atau memang sudah benar?). Sebab, selain para Basterds, masih ada Shosanna Dreyfus (Melanie Laurent), cewek Yahudi-Prancis yang berniat membalas dendam atas kematian keluarganya oleh Nazi. Shosanna, yang sudah berada pada puncak dendamnya, menghalalkan segala cara demi membunuh sebanyak mungkin kaum Nazi (dan orang Jerman). Dia nekad membakar bioskop miliknya sendiri agar dapat membunuh Hitler dan segenap jajarannya, yang sedang menonton sebuah film Jerman berjudul Nation's Pride. Bahkan, cewek yang kelihatannnya lugu itu tak segan mengancam keselamatan orang lain demi menuntaskan dendam kesumatnya. Cewek cantik ini, sama saja dengan para Basterds, tak segan membunuh meski dengan motif yang lebih lugas : hanya balas dendam.

Tapi, favorit saya justru Hans Landa (Cristoph Waltz), petinggi Nazi yang dijuluki Pemburu Yahudi. Landa yang pintar dan tampak ramah, ternyata licin dan punya indra 'penciuman' yang sangat tajam. Sebenarnya, di antara sekian tokoh yang mondar-mandir dalam film ini, Landa-lah yang paling berbahaya. Dia licik dan pandai memanfaatkan situasi serta tidak pandang bulu dalam membunuh. Sekalipun orang Jerman seperti Bridget von Hammersmark (Diane Kruger), bintang film Jerman yang bekerja sama dengan Raine, jika ia berkhianat, maka Landa tak akan segan membunuhnya. Maka, saya pun merasa bahwa 'hukuman' yang dijatuhkan pada Landa pada akhir film, tidak sepadan dengan kejahatannya selama menjadi tentara Nazi. Hm... kelihatannya saya memang setuju-setuju saja bahwa Nazi memang kejam dan pantas dihancurkan, sementara kaum Yahudi yang lemah, sudah sepatutnya membalas.

Ya enggak, dong! Bagi saya, film ini hanya berkisah tentang sekumpulan orang haus darah dengan berbagai alasan : balas dendam, demi tugas dan lain-lain. Maka, tak heran bila saya bersimpati (walaupun sedikit) pada Fredrick Zoeller (Daniel Bruhl), pahlawan Nazi yang jatuh cinta pada Shosanna. Menjelang akhir film, Shosanna sempat merasa kasihan dan mungkin agak merasa bersalah karena telah memanfaatkan Zoeller demi menuntaskan misinya. Tapi, Zoeller yang hanya manusia biasa, tentu saja tak terima dengan perlakuan Shosanna....

Oh iya, namanya juga film. Selain para Basterd yang tidak pernah ada, ada satu lagi fakta sejarah yang diplesetkan dalam film ini. Gara-gara pelintiran itu, sekali lagi, kaum Yahudi berhasil ditunjukkan sebagai pahlawan. Ouh, Adolf Hitler di sini kok lebih mirip anak kecil yang cengeng? Duh, duh Pak Tarantino, bener-bener deh, Bapak ini....

Gambar :
www.imdb.com

Read More..

Minggu, 18 Oktober 2009

GET MARRIED 2 : SEBAIKNYA SEKUEL SEPERTI INI CERITANYA

Akhir-akhir ini saya selalu telat menonton film Indonesia. Buktinya, setelah MERAIH MIMPI, sekarang GET MARRIED 2 yang telat saya tonton. Karya terbaru Hanung Bramantyo ini baru saya tonton dua hari yang lalu, satu bulan setelah film ini ditayangkan di bioskop!

Meskipun saya tidak mengikuti GET MARRIED, saya bisa memahami jalan cerita GET MARRIED 2 ini. Bagi saya, sebaiknya sekuel sebuah film dibuat seperti ini, yakni ceritanya jangan bersambung, sehingga masing-masing film memiliki cerita yang berdiri sendiri.

Tentang filmnya sih, yang pasti lebih lucu daripada film yang diproduseri oleh Hanung, THE TARIX JABRIX 2 (yang ini sih, susaaah banget bikin saya ketawa). Ceritanya seputar krisis rumah tangga MAE dan RANDY yang sudah berumah tangga empat tahun, tapi belum juga punya anak. Segala cara diupayakan, namun tetap saja gagal, hingga pada akhirnya orang tua MAE mengultimatum mereka : hamil atau pisah! Akibatnya, karena masih cinta, MAE dan RANDY terpaksa backstreet.


Masalah kian rumit karena MAE curiga RANDY berselingkuh dengan wanita lain. Sebaliknya, RANDY merasa bahwa tiga sahabat MAE, hanya memanfaatkan posisi mereka sebagai sahabat untuk mengambil keuntungan dari RANDY yang kaya raya. Bahkan saat MAE ternyata positif hamil pun, masalah tak berhenti sampai di situ saja. Sebab, kali ini giliran orang tua MAE dan RANDY yang bersitegang. Pusing, dah!

Saya suka film ini. Memang sih, tidak seasyik yang saya harapkan (mengingat film ini laris sekali), tapi bolehlah buat hiburan. Daripada menonton beberapa film asing yang bikin kecewa karena skenarionya jelek, mendingan GET MARRIED 2, deh.

Oh iya, besok insya Allah saya akan menonton INGLORIOUS BASTERDS. Katanya sih ceritanya bagus dan banyak adegan kekerasan di dalamnya. Setelah membaca sebagian skenarionya, saya pikir film ini memang bisa direkomendasikan, sekalipun ceritanya mendiskreditkan sekelompok tertentu yang bagi saya, gak ada masalah dengan segala yang mereka lakukan. Ehm, dalam hal ini, saya tidak bicara soal tokoh utamanya, ya...

Dan mudah-mudahan, setelah film-nya Tarantino itu, giliran sebuah film animasi lagi bisa saya tonton....

Gambar:
www.21cineplex.com

Read More..